Shijūhachite (四十八手), yang secara harfiah berarti "Empat Puluh Delapan Seni atau Teknik", merupakan istilah historis asal Jepang yang merujuk pada katalog posisi atau teknik keintiman suami istri. Menariknya, istilah ini awalnya berakar dari dunia olahraga gulat tradisional Jepang, Sumo, yang menetapkan 48 teknik bantingan dan kuncian resmi. Namun, memasuki era Edo (1603–1867), istilah ini diadopsi secara luas oleh masyarakat dan para seniman ke dalam literatur sensual (seperti seni lukis Shunga) untuk merangkum variasi seni bercinta yang ideal bagi keharmonisan pasangan.
Seiring berjalannya waktu, katalog dasar 48 posisi ini terus diperkaya oleh para pakar romansa di Jepang dengan gerakan tambahan modern yang adaptif, yang kini sering disebut sebagai kategori "+α" (Plus Alfa). Gambar yang Anda lampirkan merupakan infografis modern komprehensif yang memuat total 76 posisi (terbagi dalam 4 lembar infografis), lengkap dengan nama kanji asli serta penulisan romanisasinya.
Pentingnya Memahami Variasi: Dalam perspektif kesehatan reproduksi modern dan keharmonisan rumah tangga, variasi posisi bukan sekadar tentang eksplorasi fisik, melainkan instrumen komunikasi non-verbal untuk meningkatkan keintiman emosional, mengatasi kejenuhan, serta menyesuaikan kenyamanan fisik masing-masing individu.
Tabel Penjelasan Posisi Shijūhachite (1 - 76)
| No | Nama Posisi (Kanji / Romanisasi) | Deskripsi & Karakteristik Mekanika Gerakan |
|---|---|---|
| 1 |
Ukibashi (浮橋)
|
Variasi misionaris dengan elevasi panggul wanita menggunakan penopang atau bantalan. |
| 2 |
Yaetsubaki (八重椿)
|
Variasi duduk berhadapan yang sangat intim, memaksimalkan kontak kulit ke kulit. |
| 3 |
Tsubamegaeshi (燕返し)
|
Penetrasi dari depan dengan sudut kaki wanita diangkat ke arah bahu pria secara dinamis. |
| 4 |
Kuruijishi (狂i獅子)
|
Variasi posisi duduk tegak di mana salah satu pihak mendominasi gerakan secara agresif. |
| 5 |
Kagerou (かげろう)
|
Posisi berbaring menyamping (spooning style) yang santai dan minim energi. |
| 6 |
Ikadakuzushi (筏崩し)
|
Posisi wanita berbaring telungkup datar, sementara pria melakukan penetrasi dari belakang. |
| 7 |
Tsukimichausu (月見茶臼)
|
Variasi woman on top (cowgirl) tradisional yang menghadap langsung ke arah pria. |
| 8 |
Takarabune (宝船)
|
Posisi duduk di mana wanita memegang kendali penuh atas sudut dan kedalaman gerakan. |
| 9 |
Kinuta (砧)
|
Wanita berbaring telentang dan mengangkat satu kakinya ke samping untuk akses lateral. |
| 10 |
Goshoguruma (御所車)
|
Variasi misionaris mendalam di mana kedua kaki wanita disandarkan di atas bahu pria. |
| 11 |
Karigakubi (雁が首)
|
Posisi miring dengan sudut kemiringan tubuh yang unik untuk stimulasi titik tertentu. |
| 12 |
Hanabishizeme (花菱責め)
|
Wanita telentang dengan kedua lutut ditekuk rapat ke arah dada untuk penetrasi maksimal. |
| 13 |
Karatakewari (唐竹割り)
|
Salah satu kaki wanita diangkat lurus ke atas vertikal saat pasangan berada di atasnya. |
| 14 |
Byakkounishiki (白光錦)
|
Interaksi posisi duduk tegak berhadapan dengan kaki saling melilit erat. |
| 15 |
Sakasamukudori (逆さ椋鳥)
|
Variasi misionaris dengan orientasi tubuh yang diputar berlawanan arah. |
| 16 |
Kuruwatsunagi (廓つなぎ)
|
Saling mengunci tubuh dan ekstremitas dalam posisi berbaring lateral yang intim. |
| 17 |
Mukudori (椋鳥)
|
Posisi misionaris klasik di mana kaki wanita bertumpu rata di atas matras. |
| 18 |
Shigarami (しがらみ)
|
Posisi di mana kedua tubuh saling melilit menyamping secara asimetris. |
| 19 |
Hataorichausu (機織り茶臼)
|
Variasi cowgirl dengan ritme gerakan maju-mundur yang konstan, meniru mesin tenun. |
| 20 |
Tsubushikomagake (つぶし駒掛け)
|
Doggy style versi rendah, di mana dada dan tubuh wanita menempel pada matras. |
| 21 |
Ajirohonte (網代本手)
|
Variasi misionaris dengan posisi kaki wanita merapat lurus untuk cengkeraman lebih ketat. |
| 22 |
Agehahonte (揚羽本手)
|
Pinggul wanita ditopang atau diangkat tinggi guna mengubah sudut penetrasi. |
| 23 |
Futatsutomoe (二つ巴)
|
Representasi posisi stimulasi oral timbal balik secara horizontal (posisi 69). |
| 24 |
Tachikanae (立ち鼎)
|
Penetrasi yang dilakukan sepenuhnya sambil berdiri tegak dan saling berhadapan. |
| 25 |
Rihishirazu (理非知らず)
|
Posisi telentang dengan fleksibilitas tinggi, kaki wanita ditarik jauh melewati kepalanya. |
| 26 |
Kotatsugakari (こたつがかり)
|
Variasi penetrasi setengah duduk yang memanfaatkan sandaran untuk kenyamanan. |
| 27 |
Shumokuzori (撞木ぞり)
|
Tubuh wanita melengkung ke belakang (arching) saat pria melakukan penetrasi. |
| 28 |
Ikadahonte (筏本手)
|
Variasi misionaris paling standar dengan posisi tubuh wanita sepenuhnya lurus sejajar matras. |
| 29 |
Yaguratachi (櫓立ち)
|
Posisi intim berdiri di mana wanita mengangkat satu kakinya dan melingkarinya ke pinggang pria. |
| 30 |
Chausunobashi (茶臼のばし)
|
Variasi woman on top dengan tubuh wanita condong ke depan, sejajar dengan tubuh pria. |
| 31 |
Hokakechausu (帆かけ茶臼)
|
Wanita duduk tegak di atas tubuh pria, namun membelakangi wajah pasangannya (reverse cowgirl). |
| 32 |
Chidorinokyoku (千鳥の曲)
|
Variasi miring horizontal di mana sudut kaki diatur sedemikian rupa untuk kenyamanan. |
| 33 |
Dourihonte (胴入り本手)
|
Pria memeluk erat seluruh batang tubuh wanita dari atas untuk kontak tubuh maksimal. |
| 34 |
Kotobukihonte (寿本手)
|
Posisi misionaris intim yang mengedepankan kontak mata penuh dan komunikasi emosional. |
| 35 |
Madonotsuki (窓の月)
|
Penetrasi lateral dengan sudut dangkal, cocok untuk sesi bercinta yang lambat dan santai. |
| 36 |
Irihunehonte (入船本手)
|
Sudut masuk dari depan di mana wanita membuka kakinya sangat lebar ke samping. |
| 37 |
Hamachidori (浜千鳥)
|
Variasi doggy style lateral, posisi tubuh wanita agak miring ke satu sisi. |
| 38 |
Matsubakuzushi (松葉崩し)
|
Variasi doggy style paling ikonik di Jepang, wanita bertumpu stabil pada siku. |
| 39 |
Miyamahonte (深山本手)
|
Penetrasi sudut dalam dengan elevasi panggul wanita pada tingkat maksimal. |
| 40 |
Kikuichimonji (菊一文字)
|
Kaki wanita diluruskan rapat ke atas menempel pada permukaan dada pria. |
| 41 |
Sekireihonte (せきれい本手)
|
Gerakan stimulasi naik turun berirama yang meniru kibasan ekor burung. |
| 42 |
Kubihikirenbo (首引き恋慕)
|
Posisi duduk intim berhadapan sambil lengan kedua pihak saling merangkul leher. |
| 43 |
Tachihanabishi (立ち花菱)
|
Penetrasi berdiri di mana wanita menghadap dan berpegangan pada dinding/penopang. |
| 44 |
Honkomagake (本駒掛け)
|
Wanita menunggangi pria yang sedang mengambil posisi duduk tegak. |
| 45 |
Sasahunehonte (笹船本手)
|
Posisi telentang di mana lekukan tubuh wanita diangkat menyerupai struktur perahu bambu. |
| 46 |
Kotatsugakure (こたつ隠れ)
|
Posisi miring sangat rendah yang biasanya dilakukan secara tertutup di bawah selimut. |
| 47 |
Shimekomichidori (〆込み千鳥)
|
Wanita mengunci erat kedua kakinya di sekeliling pinggang atau punggung pria. |
| 48 |
Karakusaichausu (唐草居茶臼)
|
Variasi woman on top dengan fokus pada gerakan rotasi atau memutar melingkar. |
| 49 |
Shinobiichausu (忍び居茶臼)
|
Posisi cowgirl yang dilakukan dengan ritme yang sangat lambat, tenang, dan minim suara. |
| 50 |
Yokobue (横笛)
|
Posisi berbaring menyamping secara horizontal dengan penetrasi dari arah depan. |
| 51 |
Manjikuzuzi (卍崩し)
|
Posisi lateral silang yang memerlukan kelenturan, di mana kaki membentuk sudut mirip simbol manji. |
| 52 |
Shimekomata (しめ小股)
|
Wanita merapatkan kedua paha untuk meningkatkan gesekan dan sensasi jepitan. |
| 53 |
Koborematsuba (こboれ松葉)
|
Variasi doggy style di mana seluruh tubuh wanita berbaring lurus telungkup di atas kasur. |
| 54 |
Dehuneushirodori (出船後ろ取り)
|
Penetrasi belakang saat wanita membungkuk ke depan membentuk sudut 90 derajat. |
| 55 |
Shimekominishiki (〆込み錦)
|
Posisi misionaris rapat dengan paha pria dikunci oleh posisi kaki wanita dari bawah. |
| 56 |
Honchausu (本茶臼)
|
Gerakan cowgirl murni yang mengoptimalkan kendali ritme dan kedalaman penuh oleh pihak wanita. |
| 57 |
Ushiroyagura (後ろやぐら)
|
Penetrasi dari arah belakang yang dilakukan dalam posisi sama-sama berdiri (standing doggy). |
| 58 |
Midarebotan (乱れ牡丹)
|
Posisi duduk berhadapan dengan posisi kaki yang saling melilit secara kompleks satu sama lain. |
| 59 |
Shigurechausu (時雨茶臼)
|
Gerakan cowgirl yang dimainkan secara sengaja dengan ritme fluktuatif (lambat lalu cepat). |
| 60 |
Ikadachausu (筏茶臼)
|
Wanita berada di atas, namun merebahkan seluruh permukaan tubuhnya di atas dada pria. |
| 61 |
Ukibashi (敷き小股)
|
Variasi posisi miring rendah untuk penetrasi santai, intim, dan minim gesekan berlebih. |
| 62 |
Iwashimizu (岩清水)
|
Variasi posisi duduk tegak dengan fokus gerakan naik turun (vertikal) yang murni. |
| 63 |
Kudarihuji (下り藤)
|
Posisi duduk intim di mana wanita merebahkan atau menyandarkan tubuhnya ke belakang. |
| 64 |
Shiborihuyou (絞り芙蓉)
|
Posisi duduk saling merangkul sangat erat seolah meminimalkan jarak antar tubuh pasangan. |
| 65 |
Ukibashi (虹の架け橋)
|
Wanita mengangkat pinggulnya membentuk busur jembatan (kayang kecil) saat penetrasi dilakukan. |
| 66 |
Yabusame (流鏑馬)
|
Gerakan dinamis maju mundur dari posisi wanita di atas, meniru ritme penunggang kuda memanah. |
| 67 |
Hanaayame (花菖蒲)
|
Posisi telentang dengan kaki diangkat setengah menekuk, memberikan sudut pandang visual yang jelas. |
| 68 |
Sugomori (巣籠もり)
|
Posisi duduk melingkar pelukan di mana pihak pria mendekap wanita sepenuhnya dari arah belakang. |
| 69 |
Chouzihiki (丁字引き)
|
Sudut penetrasi lurus yang membentuk formasi tegak lurus (menyerupai huruf T) antar pinggul. |
| 70 |
Isukadori (いすか取り)
|
Posisi asimetris di mana arah atau penempatan kaki kiri dan kanan sengaja dibuat menyilang. |
| 71 |
Yatsuhashi (八つ橋)
|
Tubuh wanita ditopang di beberapa titik krusial (seperti siku dan lutut) demi stabilitas maksimal. |
| 72 |
Tawaradakihonte (俵抱き本手)
|
Pria mengangkat, mendekap, dan menopang seluruh area pinggul wanita ke atas dalam posisi berbaring. |
| 73 |
Darumagaeshi (だるま返し)
|
Pria mendorong paha wanita ke arah dadanya sendiri hingga area bokong wanita terangkat tinggi. |
| 74 |
Tsurubeotoshi (釣瓶落とし)
|
Wanita menjatuhkan berat tubuhnya secara vertikal penuh dalam posisi menunggangi di atas. |
| 75 |
Dakizizou (抱き地蔵)
|
Pria menggendong dan mengangkat beban tubuh wanita sepenuhnya secara vertikal (berdiri/setengah duduk). |
| 76 |
Zazenkorogashi (座禅転がし)
|
Berawal dari posisi interaksi duduk meditasi (zazen) yang kemudian digulingkan perlahan ke matras. |
Analisis Estetika dan Metafora Alam dalam Shijūhachite
Salah satu aspek paling menarik dari manual keintiman tradisional Jepang ini adalah penggunaan metafora puitis yang diambil dari alam, kuliner, dan kehidupan sehari-hari era Edo. Hal ini bertujuan agar pembahasan mengenai keintiman tidak terkesan kasar atau vulgar, melainkan dipandang sebagai sebuah bentuk seni (art of love):
Metafora Kuliner (Chausu): Istilah Chausu yang berarti "lesung batu penggiling teh" digunakan pada posisi di mana wanita berada di atas. Gerakan berputar atau maju mundur wanita dianalogikan seperti proses tradisional menghancurkan daun teh hijau menjadi bubuk Matcha yang halus.
Metafora Satwa (Tsubame & Chidori): Penggunaan nama burung walet (Tsubame) atau burung puyuh (Chidori) menggambarkan kelincahan, kecepatan ritme, atau keanggunan kepakan sayap yang diimplementasikan ke dalam gerakan tubuh manusia.
Metafora Flora (Botan & Tsubaki): Penggunaan nama bunga Peony (Botan) atau Camelia (Tsubaki) melambangkan keindahan tubuh wanita yang sedang mekar, serta kerapatan interaksi fisik antar pasangan.
Kesimpulan Edukatif
Dalam perspektif medis dan psikologi hubungan modern, variasi posisi seksual seperti Shijūhachite memiliki manfaat yang nyata bagi pasangan suami istri yang sah, di antaranya:
Mengatasi Kejenuhan (Monotoni): Membantu menyalakan kembali percikan romansa dalam hubungan jangka panjang.
Penyesuaian Fisik: Membantu pasangan menemukan sudut penetrasi yang paling nyaman, terutama jika salah satu pihak memiliki kendala fisik seperti nyeri punggung (di mana posisi miring seperti Kagerou atau posisi atas seperti Honchausu dapat meminimalkan beban tubuh).
Komunikasi Non-Verbal: Membangun rasa percaya (trust) dan keintiman emosional yang lebih dalam melalui eksperimen seni kebugaran tubuh bersama.
Related Posts :
- Back to Home »
- Artikel »
- Shijūhachite (+α): Seni Keintiman Tradisional Jepang

Ukibashi (浮橋)
Yaetsubaki (八重椿)
Tsubamegaeshi (燕返し)
Kuruijishi (狂i獅子)
Kagerou (かげろう)
Ikadakuzushi (筏崩し)
Tsukimichausu (月見茶臼)
Takarabune (宝船)
Kinuta (砧)
Goshoguruma (御所車)
Karigakubi (雁が首)
Hanabishizeme (花菱責め)
Karatakewari (唐竹割り)
Byakkounishiki (白光錦)
Sakasamukudori (逆さ椋鳥)
Kuruwatsunagi (廓つなぎ)
Mukudori (椋鳥)
Shigarami (しがらみ)
Hataorichausu (機織り茶臼)
Tsubushikomagake (つぶし駒掛け)
Ajirohonte (網代本手)
Agehahonte (揚羽本手)
Futatsutomoe (二つ巴)
Tachikanae (立ち鼎)
Rihishirazu (理非知らず)
Kotatsugakari (こたつがかり)
Shumokuzori (撞木ぞり)
Ikadahonte (筏本手)
Yaguratachi (櫓立ち)
Chausunobashi (茶臼のばし)
Hokakechausu (帆かけ茶臼)
Chidorinokyoku (千鳥の曲)
Dourihonte (胴入り本手)
Kotobukihonte (寿本手)
Madonotsuki (窓の月)
Irihunehonte (入船本手)
Hamachidori (浜千鳥)
Matsubakuzushi (松葉崩し)
Miyamahonte (深山本手)
Kikuichimonji (菊一文字)
Sekireihonte (せきれい本手)
Kubihikirenbo (首引き恋慕)
Tachihanabishi (立ち花菱)
Honkomagake (本駒掛け)
Sasahunehonte (笹船本手)
Kotatsugakure (こたつ隠れ)
Shimekomichidori (〆込み千鳥)
Karakusaichausu (唐草居茶臼)
Shinobiichausu (忍び居茶臼)
Yokobue (横笛)
Manjikuzuzi (卍崩し)
Shimekomata (しめ小股)
Koborematsuba (こboれ松葉)
Dehuneushirodori (出船後ろ取り)
Shimekominishiki (〆込み錦)
Honchausu (本茶臼)
Ushiroyagura (後ろやぐら)
Midarebotan (乱れ牡丹)
Shigurechausu (時雨茶臼)
Ikadachausu (筏茶臼)
Ukibashi (敷き小股)
Iwashimizu (岩清水)
Kudarihuji (下り藤)
Shiborihuyou (絞り芙蓉)
Ukibashi (虹の架け橋)
Yabusame (流鏑馬)
Hanaayame (花菖蒲)
Sugomori (巣籠もり)
Chouzihiki (丁字引き)
Isukadori (いすか取り)
Yatsuhashi (八つ橋)
Tawaradakihonte (俵抱き本手)
Darumagaeshi (だるま返し)
Tsurubeotoshi (釣瓶落とし)
Dakizizou (抱き地蔵)
Zazenkorogashi (座禅転がし)